Rabu, 18 Maret 2020

MAKALAH PERANAN ADMINISTRASI PAK DALAM MENINGKATKAN PEMBELAJARAN PAK


KATA PENGANTAR

       Puji syukur kami panjatkan kepada  Tuhan Yang Maha Esa atas kasih dan anugerah-Nya, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Peranan Administrasi PAK Dalam Meningkatkan Pembelajaran PAK” dengan baik tanpa ada halangan yang berarti. Makalah ini telah kami selesaikan dengan maksimal berkat kerjasama dan bantuan dari berbagai pihak. Oleh karena itu kami sampaikan banyak terima kasih kepada segenap pihak yang telah berkontribusi secara maksimal dalam penyelesaian makalah ini.
Diluar itu, penulis sebagai manusia biasa menyadari sepenuhnya bahwa masih banyak kekurangan dalam penulisan makalah ini, baik dari segi tata bahasa, susunan kalimat maupun isi. Oleh sebab itu dengan segala kerendahan hati, kami selaku penyusun menerima segala kritik dan saran yang membangun dari pembaca.
Dengan karya ini kami berharap dapat membantu pemabaca menambah wawasan secara luas dan menambah ilmu pengetahuan. Demikian yang bisa kami sampaikan, semoga makalah ini dapat menambah ilmu pengetahuan dan memberikan manfaat nyata untuk masyarakat luas.

Lampung, September 2019

Penulis






DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR……………………………………………………………..........i
DAFTAR ISI……………………………………………………………………...…….ii
BAB I PENDAHULUAN……………………………………………………...……….1
A.    Latar Belakang Masalah……………………..…………………….…...……1
B.     Rumusan Masalah………………………...…………………………...……..1
C.     Tujuan………………………….…………………………………………….2
D.    Manfaat………………………….…………………………………………...2
BAB II PERANAN ADMINISTRASI PAK
DALAM MENINGKATKAN PEMBELAJARAN PAK…………………………….…………………………………………….………….3
A.    Arti dari Administarsi Dalam
Profesi Guru Pendidikan Agama Kristen…………..…………….……………………….…..……………..…..3

B.     Ruang Lingkup Administrasi Pendidikan Agama Kristen……….………………….………………….……………………..…..6

C.     Fungsi dan Peranan Administrasi Pendidikan dalam
Meningkatkan pembelajaran Pendidikan Agama Kristen………………………………………….……………..….………….7

D.    Tujuan adanya Administrasi Pendidikan Agama Kristen…………………………………………………………..………….12

E.     Peran Guru Pendidikan Agama Kristen Sebagai
Administrator dalam Meningkatkan Pembelajaran
Pendidikan Agama Kristen…………………………………………….………………..………13

BAB III PENUTUP……… .......………………………..……………………………17
A.    Kesimpulan…………………………………………………………………17
B.     Saran Dan Kritik…………………….……………………………………...17
DAFTAR PUSTAKA………..…………………………………………………………...iii




BAB 1

PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah
Dalam dunia pendidikan, seorang guru memegang peranan penting dalam keberhasilan para siswa, guru Pendidikan Agama Kristen juga memiliki tugas dan tanggung jawab yang sama. Salah satu peran guru juga adalah sebagai administrator, dalam mengelola administrasi di dalam dunia pendidikan, namun dalam melakukan tugas ini perlu kematangan dalam mengatur pola adminirstrasi, dan sesuai dengan pola yang lebih baik serta sesuai dengan aturan yang berlaku. Administrasi pendidikan menurut Sutisna (1979:2-3), administrasi pendidikan adalah keseluruhan (proses) yang membuat sumber-sumber personil dan materiil sesuai yang tersedia dan efektif bagi tercapainya tujuan-tujuan bersama. Administrasi mengandung beberapa pokok pengertian yaitu administrasi sebagai proses kerja sama, aktivitas kerja sama dilakukan dua orang atau lebih. Merupakan wadah kerja sama yang berupa lembaga atau organisasi. Dan mempunyai tujuan tertentu yang ingin dicapai.
Seorang guru harus mengetahui keadaan siswanya, bukan hanya fisiknya saja melainkan kerohanian dan juga kesiapan siswa tersebut dalam menjalani pendidikan. Seorang guru harus mengetahui dan mengarsipkan segala sesuatu yang berkaitan dengan perkembangan siswanya didalam pendidikan sehingga guru tersebut dapat mengetahui apa yang dibutuhkan siswanya dalam pembelajaran.
B.     Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah dalam makalah ini sebagai berikut:
1.      Apa arti dari administarsi dalam profesi guru Pendidikan Agama Kristen?
2.      Apa saja ruang lingkup dalam administrasi Pendidikan Agama Kristen?
3.      Apa saja fungsi dan peranan administrasi pendidikan dalam meningkatkan pembelajaran Pendidikan Agama Kristen?
4.      Apa tujuan adanya administrasi Pendidikan Agama Kristen?
5.      Apa peran guru Pendidikan Agama Kristen sebagai administrator dalam meningkatkan pembelajaran Pendidikan Agama Kristen?

C.    Tujuan
1.      Mengetahui makna dari administrasi dalam profesi guru Pendidikan Agama Kristen.
2.      Mengetahui ruang lingkup administrasi Pendidikan Agama Krisen.
3.      Mengetahui fungsi dan peranan administasi Pendidikan Agama Krsiten dalam meningkatkan pembelajaran Pendidikan Agama Kristen.
4.      Mengetahui tujuan administrasi Pendidikan Agama Kristen.
5.      Mengetahui peran guru dalam pelaksanaan administrasi Pendidikan Agama Kristen.
6.      Sebagai salah satu persyaratan dalam menempuh mata kuliah Administrasi Pendidikan Agama Kristen.

D.    Manfaat
Manfaat dari penyusunan makalah ini adalah, Agar dapat menjadi referensi tambahan untuk seorang pendidik, maupun terdidik dalam pengembangan akan pengetahuan Admisitrasi Pendidikan Agama Kristen.



                                                                   BAB II
Peranan Administrasi PAK Dalam Meningkatkan Pembelajaran PAK

A.    Arti dari Administarsi Dalam Profesi Guru Pendidikan Agama Kristen

a.      Pengertian Administarsi Pendidikan Secara Umum
Administrasi berasal dari kata ad yang berarti intensif dan ministrare berarti melayani, membantu, atau mengerahkan yang kemudian diserap kedalam bahasa Inggris administer berarti manage affairs dan administration yang berarti management of public affairs (The Coincise Oxford Dictionary of Current English, 1958: 18). Dalam Kamus Inggris –Indonesia kata administer berarti mengurus, mengelola, menjalankan, melaksanakan, melakukan. Sedangkan administration berarti administrasi, tatausaha, pemerinthan, pemberian, pengambilan. Dari pengertian ini kata administrasi bermakna lebih sempit karena terbatas pada aktivitas ketatausahaan yaitu aktivitas pencatatan dan penyusunan keterangan yang diperoleh secara sistematis. Itulah sebabnya administrasi sering dikaitkan dengan aktivitas sering dikaitkan dengan aktivitas  administrasi tata usaha yang sebenarnya administrasi tata usaha hanyalah bagian dari kegiatan administrasi.
Beberapa ahli juga menyampaikan pedapat mereka mengenai administrasi, berikut ini dikemukakan pendapat para pakar tentang administrasi:
1.      Moh. Rifa’i (1984: 25) administrasi adalah keseluruhan proses yang mempergunakan dan mengikut sertakan semua sumber potensi yang tersedia dan yang sesuai, baik personal maupun materiil, dalam usaha untuk mencapai bersama suatu tujuan, secara efektif dan efisien.[1]
2.      Oemar Hamalik (1985: 3) administrasi adalah usaha bersama untuk mendayagunakan semua sumber (personal maupun materiil) secara efektif dan efisien untuk mencapai suatu tujuan”.[2]
3.      Prajudi Atmosudirjo yang dikutip Soekarno (1982: 9) menyatakan bahwa administrasi “adalah keseluruhan proses perencanaan, proses pengaturan, proses penggerakan, proses pengawasan, atau pengendalia sampai  dengan proses pencapaian tujuan. [3]
4.      Ibnu Syamsi (1983: 1) menyatakan administrasi adalah segenap proses kerjasama sekelompok orang yang menggunakan fasilitas guna memperlancar dan mengefisienkan penapaian tujuan organisasi yang bersangkutan. [4]
5.       Oteng Sutisna (1989: 19) menyatakan administrasi adalah keseluruhan proses dengan mana sumber-sumber manusia dan materiil yang cocok dibuat tersedia dan efektif bagi pencapaian maksud-maksud organisasi secara efisien. [5]
6.      Henry Fayol (1841-1929), pakar manajemen Perancis, mengemukakan bahwa administrasi adalah fungsi dalam organisasi niaga yang unsur-unsurnya adalah perencanaan, pengorganisasian, pemberian perintah, pengorganisasian, pemberian perintah, pengkoordinasian, dan pengawasan.[6]
7.       Jesse B. Sears (1950
Dalam Wikipedia Esiklopedia Bebas: Administrasi pendidikan adalah sebuah proses kerja sama untuk mencapai tujuan pendidikan dengan melihat hubungan antar komponen pendidikan sehingga dapat memperbaiki sistem pendidikan dengan menggunakan perangkat yang mendukung kegiatan pembelajaran.
b.      Pengertian Administarsi Pendidikan Agama Kristen
Jika kita melihat dari berbagai  pandangan pengertian administrasi pendidikan secara umum, maka pengertian arti dari administarsi dalam profesi guru Pendidikan Agama Kristen dapat kita jabarkan dari berbagai aspek, berikut penjelasannya.
Pertama, administrasi pendidikan mempunyai pengertian kerjasama untuk mencapai tujuan pendidikan. Seperti kita ketahui, tujuan pendidikan itu merentang dari tujuan yang sederhana sampai dengan tujuan yang kompleks, tergantung lingkup dan tingkat pengertian pendidikan yang dimaksud. Guru Pendidikan Agama Kristen sebagai administrator harus melakukan kerjasama yang baik dalam lingkungannya, baik dalam sekolah maupun masyarakat. Tujuan dari pada kerjasama ini adalah agar dalam usaha pencapaian pendidikan itu dapat berjalan dengan baik.  
Kedua, administrasi pendidikan mengandung pengertian proses untuk mencapai tujuan pendidikan. Proses itu dimulai dari perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pemanduan, dan penilaian. Perencanaan meliputi kegiatan apa yang akan dilakuakn dalam pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran, bagaimana mencapainya, berapa lama, dan berapa biaya yang diperlukan. Perncanaan ini dibuat sebelum tindakan dilaksanakan. Guru Pendidikan Agama Kristen dalam mengayomi tugasnya, ia harus bertanggung jawab dengan tugas dan tanggung jawabnya sebagai seorang guru. Bukti dari rasa bertanggung jawab itu ia aplikasikan dengan bagaimana ia melakukan perencaan pembelajaran yang ia akan bawakan. Ia dapat melakukan pengorganisasian dalam pembelajaran, melakukan pengarahan, memandu proses pembelajaran itu sampai kepada penilaian atau evaluasi dari pada pembelajaran itu terhadap para siswa.
Ketiga, administrasi pendidikan dapat dilihat dengan kerangka berpikir sistem. Sistem adalah keseluruhan yang terdiri dari bagian-bagian dan bagian-bagian itu berinteraksi dalam suatu proses untuk mengubah masukan menjadi keluaran.
Keempat, administrasi pendidikan juga dapat dilihat dari segi manajemen. Jika administrasi dilihat dari sudut ini, maka perhatian kita tertuju kepada usaha untuk melihat apakah pemanfaatan sumber-sumber yang ada dalam mencapai tujuan pendidikan sudah mencapai sasaran yang ditetapkan dan apakah dalam pencapaian tujuan itu tidak terjadi pemborosan. Sumber yang dimaksud dapat berupa sumber manusia, uang, sarana, dan prasarana maupun waktu. Seorang guru Pendidikan Agama Kristen dalam hal ini dituntut untuk dapat sekreatif mungkin dalam melakukan proses pembelajaran sehingga tidak terjadi pemborosan baik tenaga, biaya, saran dan prasaran yang diguanakan dan juga waktu, akan tetapi tujuan dari pembelajaran tersebut tercapai.
Kelima,  administrasi pendidikan juga dapat dilihat dari segi kepemimpinan. Administrasi pendidikan dilihat dari kepemimpinan merupakan usaha untuk menjawab pertanyaan bagaimana kemampuan administrator pendidikan itu,  apakah ia dapat melaksanakan tut wuri handayani, ing madyo mangun karso, dan ing ngarso sungtulodo dalam mencapai tujuan pendidikan. Inilah yang sangat penting seorang guru Pendidikan Agama Kristen agar dapat menjadi contoh dan teladan dalam mencapai tujuan pembelajaran tersebut.
Keenam, administrasi pendidikan juga dapat dilihat dari proses pengambilan keputusan. Kerjasama dan memimpin kegiatan sekelompok  orang bukanlah pekerjaan yang mudah. Setiap kali, administrator dihadapkan kepada bermacam-macam masalah, ia harus memcahkan masalah itu. Sebagai administrator guru Pendidikan Agama Kristen juga dituntut agar dapat menjadi solusi dalam mencari jalan keluar dalam suatu masalah. Oleh sebab itu guru Pendidikan Agama Kristen harus memiliki wawasan yang luas dalam menghadapi masalah itu, dan ia harus bijak dalam mengambil suatu keputusan.
Ketuju, administrasi pendidikan juga dapat dilihat dari segi komuniksi dapat diartikan secara sederhana sebagai usaha untuk membuat orang lain mengerti apa yang kita maksudkan dan kita juga dapat mengerti apa yang orang lain maksudkan.
Kedelapan, administrasi seringkali diartikan dalam pegertian yang sempit yaitu kegiatan ketatausahaan yang intinya adlaah kegiatan rutin catan-mencatat, mendokumentsikan kegiatan, menyelenggarakan surat-menyurat dengan segala aspeknya, serta mempersiapkan laporan.
B.     Ruang Lingkup Administrasi Pendidikan Agama Kristen
Ruang lingkup administrasi Pendidikan Agama Kristen adalah hal yang dapat membantu penyelenggaraan berbagai kegiatan pendidikan sehingga tujuan pendidikan dapat tercapai dengan baik. Mengacu kepada pengertiaanya, berikut ini adalah ruang lingkup admininistrasi Pendidikan Agama Kristen:
1.      Bidang Tata Usaha Sekolah
         ·            Organisasi dan struktur pegawai tata usaha,
         ·            Organisasi dan anggaran belanja keuangan sekolah, Masalah kepegawaian, Masalah perlengkapan dan perbekalan, Keuangan dan pembukuan,
         ·            Korespondensi / surat–menyurat,
         ·            Laporan–laporan (bulanan, kuartalan, dan tahunan), Masalah pemangkatan, pemindahan, penempatan, dan pemberhentian pegawai,
         ·            Pengisian buku pokok, klapper, raport, dan sebagainya.

2.      Administrasi Murid, meliputi:
         ·            Organisasi dan perkumpulan murid
         ·            Masalah kesehatan dan kesejahteraan murid
         ·            Penilaian dan pengukuran kemajuan murid
         ·            Bimbingan dan penyuluhan bagi murid

3.      Supervisi pengajaran, meliputi:
         ·            Usaha membangkitkan semangat guru dan pegawai
         ·            Usaha mengembangkan, mencari dan menggunakan metode pengajaran yang baru
         ·            Usaha mengembangakan kerja sama antara guru, murid,dan pegawai, mengusahakan cara-cara menilai hasil pendidikan,
         ·            Usaha mempertinggi mutu dan pengalaman siswa,

4.      Pelaksanaan dan Pembinaan Kurikulum, meliputi:
         ·            Mempedomani dan merealisasikan apa yang tercantum dalam kurikulum sekolah yang bersangkutan menyusun dan
         ·            Melaksanakan organisasi kurikulum, Kurikulum bukanlah sesuatu yang harus di ikuti begitu saja tanpa perubahan

C.    Fungsi dan Peranan Administrasi Pendidikan dalam Meningkatkan pembelajaran Pendidikan Agama Kristen

a.      Fungsi administrasi Pendidikan
Fungsi administrasi pendidikan haruslah dimulai dari tinjauan tentang tujuan pendidikam, begitu juga Pendidikan Agama Krsiten. Hal ini disebabkan oleh adanya prinsip bahwa pada dasarnya kegiatan administrasi pendidikan dimaksudkan untuk pencapaian tujuan pendidikan itu. Tujuan itu dicapai dengan melalui serangkaian usaha, mulai dari perencanaan, sampai waktu pelaksanaan evaluasi terhadap usaha tersebut.  Berikut fungsi administrasi pendidikan.

1.      Tujuan pendidikan
Tujuan pendidikan perlu untuk kita ketahui karena ada beberapa alasan sebagai berikut: a), Tujuan pendidikan merupakan jabaran dari tujuan pendidikan nasional. Oleh sebab itu, pemahaman tentang hubungan keduanya perlu dilakukan. b),Tujuan pendidikan merupakan titik berangkat administrasi pendidikan pada jenjang sekolah dan c), Tujuan pendidikan itu juga merupakan tolak ukur keberhasilan kegiatan administrasi pendidikan di jenjang pendidikan itu.
2.      Perencanaan (Planing)
Yang dimaksudkan dengan perencanaan dalam administrasi Pendidikan Agama Kristen adalah bagaimana dan apa saja yang akan dilakukan guru Pendidikan Agama Kristen dan bagaimana cara melakukan pembelajaran didalam kelas sehingga tujuan pembelajaran PAK dapat tercapai. Perencanaan pembelajaran yang dibuat guru sebelum melaksanakan proses pembelajaran, yang lebih kita kenal dengan istilah RPP atau sekarang RPS. Dimana rencana pembelajaran ini menggambarkan prosedur dan pengorganisasian pembelajaran untuk mencapai satu kompetensi dasar yang ditetapkan dalam Standar Isi dan dijabarkan dalam silabus.
 Seorang guru Pendidikan Agama Kristen dalam melakukan proses pengembangan perencanaan pembelajaran harus melihat hal-hal yang berkaitan dengan pembelajaran tersebut seperti, materi pelajaran, pengalaman belajar, dan penilaian hasil belajar. Perangkat yang harus disiapkan dalam perencanaan pembelajaran adalah: (a) memahami kurikulum; (b), menguasai bahan ajar; (c) menyusun program pengajaran; (d) melaksanakan program pengajaran dan (e) menilai program pengajaran dan hasil proses belajar mengajar yang telah dilaksanakan.
3.      Pengorganisasian (Organizing)
Pengorganisasian adalah kegiatan penyusunan dan  pembentukan hubungan kerja antar individu.  Dengan begitu, kesatuan usaha dalam upaya pencapaian maksud dan tujuan administrasi pendidikan dapat terwujud.  Didalam kelas guru Pendidikan Agama Kristen dapat melakukan pengorganisasian, pengorganisasian yang baik akan menjadi kondisi kelas menjadi kindusif. Kondisi seperti ini akan menjadikan suasana kelas menjadi menyenangkan, khususnya kegiatan belajar mengajar. Maka dari itu guru Pendidikan Agama Kristen harus dapat mengatur dan mengelola pengorganisasian dengan baik.
Pengorganisasian pembelajaran adalah suatu konsep dimana organisasi mampu untuk terus menerus melakukan proses pembelajaran mandiri, sehingga organisasi tersebut memiliki kecepatan berpikir dan bertindak dalam merespon beragam perubahan yang muncul. Guru Pendidikan Agama Kristen memiliki peran yang sangat penting dalam menentukan kuantitas dan kualitas pengajaran yang dilaksanakannya. Oleh sebab itu, guru harus memikirkan dan membuat perencanaan secara seksama dalam meningkatkan kesempatan belajar bagi siswanya dan memperbaiki kualitas mengajarnya.
4.      Koordinasi (Coordinating)
Koordinasi dalam Bahasa Inggris coordination, berasal dari bahasa Latin, yakni cum yang artinya berbeda-beda dan ordinare yang berarti penyusunan atau penempatan sesuatu pada seharusnya (Westra, 1983).  Dalam kamus besar bahasa Indonesia, koordinasi diartikan sebagai perihal mengatur suatu organisasi atau kegiatan sehingga peraturan dan tindakan yg akan dilaksanakan tidak saling bertentangan atau simpang siur.
Pada hakikatnya koordinasi merupakan proses penyatupaduan kegiatan yang dilakukan guru Pendidikan Agama Kristen dan siswa sehingga pembelajarn dapat berjalan seimbang.  Dengan begitu, tujuan koordinasi bukan merupakan upaya sesaat, tetapi merupakan upaya yang berkesinambungan dan berlangsung terus menerus untuk menciptakan dan mengembangkan kerjasama serta mempertahankan keserasian dan keselasaran tindakan, antara pegawai maupun unit lembaga sehingga sasaran-sasaran yang telah di tetapkan dapat diwujudkan sesuai dengan rencana. Pengorganisasian Pembelajaran adalah suatu konsep dimana guru dianggap mampu untuk terus menerus melakukan proses pembelajaran mandiri (self learning) sehingga siswa tersebut memiliki ‘kecepatan berpikir dan bertindak’ dalam merespon beragam perubahan yang muncul.
5.      Komunikasi (Comunicating)
Komunikasi merupakan hal yang sangat penting dalam pelaksanaan suatu program pendidikan. Aktivitas komunikasi ini mencakup penyebaran dan penyampaian gagasan dan maksud, baik secara tertulis maupun lisan. Guru Pendidikan Agama Kristen harus dapat berkomunikasi dengan baik baik dan benar, baik dengan siswa, para guru, dan juga masyarakat. Kegunaan komunikasi untuk seorang guru Pendidikan Agama Kristen adalah dapat menjadi alat kendali, sebagai alat motivasi, sebagai ungkapan emosional, dan sebagai alat komunikasi. Oleh karena itu Guru Pendidikan Agama Kristen harus bisa berkomunikasi dengan baik sehingga dari komunikasi yang baik akan menunjang pelajaran tersebut.
6.      Pengawasan (Supervision)
Guru Pendidikan Agama Kristen dalam melaksanakan program pendidikan tntu harus disertai dengan adanya pengwaan. Proses pengawasan harus dilakukan Guru Pendidikan Agama Kristen agar tujuan dai Pendidikan Agama Kristen dapat tercapai. Dalam UU Nomor 20 tahun 2003 menjelaskan bahwa pada dasarnya  pendidikan merupakan tanggung jawab antara keluarga, masyarakt dan pemerintah. Jadi penyelenggaraan pendidikan haruslah bertolak dari prosesnya, maka akan berdampak pada output pendidikan yang berkualitas.
Guru Pendidikan Agama Kristen sebagai pemeran utama program pendidikan dan pembelajaran karena guru merupakan personel sekolah yang berinteraksi langsung dengan siswa dalam kegiatan mendidik dan mengajar. Guru Pendidikan Agama Kristen -lah pelaksana terdepan Pendidikan Agama Kristen siswa di sekolah oleh sebab itu berhasil tidaknya upaya peningkatan kualitas Pendidikan Agama Kristen banyak ditentukan oleh kemampuan guru PAK dalam mengemban tugas pokoknya sebagai pengelola kegiatan pembelajaran Pendidikan Agma Kristen di sekolah.
7.      Kepegawaian (Staffing)
Fungsi kepegawaian sudah berjalan mulai dari proses perencanaan dan pengorganisasian. Dalam hal ini, guru Pendidikan Agama Kristen sebagai administrasi Pendidikan Agama Kristen mengupayakan agar yang dipilih untuk menduduki jabatan tertentu adalah orang-orang yang punya kemampuan dan kapabilitas sesuai dengan jabatan yang diberikan. Adapun peran guru Pendidikan Agama Kristen dalam administrasi kepegawaian yaitu:
a.       Membuat buku induk siswa
b.      Membuat inveentarisasi semua file siswa
c.       Membuat laporan rutin kepegwaian harian, mingguan, bulanan, dan tahunan
d.      Mencatatan presentasi kehadiran siswa

8.      Penganggaran (Budgeting)
Budgeting adalah anggaran biaya yang direncanakan dan direalisasikan untuk pencapaian tujuan administrasi pendidikan. Jadi seorang guru  PAK harus dapat membuat rencana dan merealisasikan pencapaian tujuan administrasi pendidikan.
9.      Evaluasi
Fungsi utama evaluasi adalah menelaah suatu objek atau keadaan untuk mendapaykan informasi yang tepat sebagai dasar untuk mengambil keputusan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa evaluasi adalah proses mendeskripsikan, mengumpulkan dan meyajikan suati informasi yang bermanfaat utnuk pertimbangan dalam pengambilan keputusan.
Evaluasi pembelajaran adalah proses mengumpulkan, menganalisis dan menginterprestasi informasi secara sistematik untuk menetapkan sejauh mana ketercapaian tujuan pembelajaran telah ditetapkan.
b.      Peran Administrasi dalam Pendidikan Agama Kristen
Administrasi Pendidikan Agama Kristen meliputi kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan pengelolaan Pendidikan Agama Kristen di satu sekolah.
Dalam administrasi Pendidikan Agama Kristen terkandung unsur-unsur, yaitu: tujuan yang akan dicapai, adanya proses kegiatan bersama, adanya pemanfaatan sumber daya, adanya kegiatan perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, pengawasan terhadap sumber daya yang ada. Administrasi Pendidikan Agama Kristen merupakan suatu sumber utama manajemen dalam mengatur proses belajar mengajar dengan tertib sehingga tercapainya suatu tujuan terpenting pada Pendidikan Agama Kristen.
Jadi, administrasi Pendidikan Agama Kristen sangat mempunyai peran yang vital dalam pengembangan dan kemajuan dalam dunia pendidikan sehingga arah untuk merealisasikan suatu prestasi sangatlah mudah tercapai.
D.    Tujuan adanya Administrasi Pendidikan Agama Kristen
Apabila administrasi pendidikan berprinsip pada prinsip efisien, prisip kontiunitas, prisip fleksibilitas, prinsip pendidikan seumur hidup, dan prinsip kerja sama, tujuan administrasi pendidikanpun diarahkan pada semua hal tersebut. [7]
Kalau kita perhatikan rumusan administrasi pendidikan, sesungguhnya dapat dibayangkan mengenai apa yang menjadi tujuan administrasi itu. Pada umumnya tujuan administrasi pendidikan adalah agar semua kegiatan mendukung tercapainya tujuan pendidikan atau dengan kata lain administrasi yang digunakan dalam dunia pendidikan diusahakan untuk mencpai tujuan pendidikan. Oleh karena itu, semakin baik administrasi Pendidikan Agama Kristen ini, semakin yakin pula bahwa tujuan pendidikan itu akan tercapai dengan baik.
Sergiovanni dan Carver (1975) menyebutkan empat tujuan administrasi yaitu:
                     ·            Efektivitas produksi
                     ·             Efisiensi,
                     ·            Kemampuan menyesuaikan diri
                     ·            Kepuasan kerja
Keempat tersebut dapat digunakan sebagai kriteria untuk menentukan keberhasilan dalam penyelenggaraan sekolah.[8]
Untuk mencapai tujuan tersebut harus ada uasaha seefesien mungkin, yaitu dengan menggunakan kemampuan dana, tenaga, sehingga memberi hasil sebaik mungkin. Administrasi pendidikan di sekolah bertujuan untuk menciptakan situasi yang memungkinkan anak mempunyai pengetahuan yang kuat untuk melajutkan pelajaran, mempunyai suatu kecakapan dan keterampilan khusus untuk dapat hidup sendiri dan masyarakat, serta mempunyai sikap hidup sebagai manusia pancasila dengan pengabdian untuk pembangunan masyarakat Pancasila Indonesia. [9]
Dengan demikian kita dapat menarik suatu kesimpulan bahwa, tujuan adanya administrasi Pendidikan Agama Kristen tersebut adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan Pendidikan Agama Kristen yang digunakan untuk mencapai tujuan dari pembelajaran Pendidikan Agama Kristen tersebut.
E.     Peran Guru Pendidikan Agama Kristen Sebagai Administrator dalam Meningkatkan Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen
Segala pelaksanaan dalam kaitannya proses belajar mengajar Pendidikan Agama Kristen perlu di administrasikan secara baik. Sebab adminitrasi yang seperti membuat rencana mengajar, mencatatat hasil belajar dan sebagainya merupakan dokumen yang berharga bahwa ia telah melaksanakan tugasnya dengan.
Ada dua faktor yang mempengaruhi keberhasilan pendidikan yang berkualitas. Pertama,strategi pendidikan, mencangkup peyediaan buku-buku  materi ajar, dan alat belajar lainnya, peneyediaan sarana prasarana pendidikan, pelatihan guru dan tenaga kependidikan lainnya, dan pengelolaan pendidikan. Kedua, pengelolaan pendidikan, yang selama ini tergantung pada kebijakan pemerintah.
Ada beberapa paradigma untuk mendasari pendidikan yang berkualitas yaitu, pembahasan kurikulum, pembaruan dalam proses pembelajaran, pembenahan manajemen pendidikan nasional, pembenahan pengelolaan guru dan mencari serta mengembangkan berbagai sumber alternatif pembiayaan pendidikan. Untuk menciptakan pendidikan yang berkualitas maka sekolah harus dinamis dan kreatif dalam melaksanakan perannya untuk mengupayakan peningkatan mutu pendidikan.
Oleh karena itu guru Pendidikan Agama Kristen diharapkan dapat mampu bersaing dengan perkembangan yang ada di era zaman sekarang ini. seorang guru Pendidikan Agama Kristen harus melakukan usaha mencoba memdukan landaasan toritis (nilai keilmuwan) dengan latihan penerapan secara praktis (nilai seni), misalnya dengan diintroduksikannya konsep Pendidikan Guru Berdasarkan Kompetensi atau Competency Based Teachers Education (CBTE) pada LPTK yang meliputi:
1.      Kemampuan menguasai bahan
2.      Kemampuan mengelola program belajar mengajar
3.      Kemampuan mengelola kelas
4.      Kemampuan menggunakan media-media
5.      Kemampuan menguasai landasan-landasan kependidikan
6.      Kemampuan mengelola interaksi belajar mengajar
7.      Kemampuan menilai prestasi siswa
8.      Kemampuan mengenal fungsi dan program pelayanan bimbingan penyuluhan
9.      Kemampuan mengenal dan menyelenggarakan administrasi sekolah
10.  Kemampuan memahami prinsip-prinsip dan mentafsirkan hasil-hasil penelitian guna keperluan pengajaran
Implikasi dari konsep CBTE tersebut adi atas, ialah adanya usaha untuk meningkatkan keterampilan mengajar (teaching skills) sebagai salah satu ciri dari perbuatan profesional. [10]
Kinerja dan kompetensi guru memikul tanggung jawab utama dalam transformasi orientasi siswa dari ketidaktahuan menjadi tahu, dari ketergantungan menjadai mandiri, dari tidak terampil menjadi terampil, dengan metode-metode pembelajaran bukan lagi mempersiapkan peserta didik yang pasif, melainkan peserta didik berpengetahuan yang senantiasa mampu menyerap dan menyesuaikan diri dengan informasi baru dengan berpikir, bertanya menggali dan mencipta dan mengembangkan cara-cara tertentu dalam memecahkan masalah yang berkaitan dengan kehidupannya.
Oleh karena itu guru Pendidikan Agama Kristen, merupakan ujung tombak dalam upaya peningkatan kualitas layanan dan hasil Pendidikan Kristen. Singkatnya Guru Pendidikan Agama Kristen merupakan kunci utama dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan.
Dalam Meningkatkan Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen, maka ada beberapa hal yang dapat dilakukan guru PAK Guru Pendidikan Agama Kristen, yaitu: Guru sebagai pelatih pembelajaran akan mendorong siswa untuk berinteraksi dengan pengetahuan untuk memahami, mengkritisi, memanipulasi, mendesain, membuat dan mengubahnya. Guru perlu memperkuat keingintahuan intelektual siswa, keterampilan mengidentifikasi dan memecahkan masalah, dan kemampuan mereka untuk membangun pengetahuan baru dengan orang lain.
Bukan hanya itu saja guru Pendidikan Agama Kristen sebagai administrator yang berperan dalam meningkatkan Pendidikan Agama Kristen maka ada beberapa hal yang harus diketahui guru Pendidikan Agama Kristen
Menjadi seorang perancang, mennjadi seorang perancang yaitu bahwa ia menyususn kegiatan akademik (kurikulum dan pembelajarn), menyususn kegiatan kesiswaan, menyususn sarana prasarana dan mengestimasi sumber-sumber pembiaayaan operasional sekolah serta menjalin hubungan dengan masyarakat.
Guru Pendidikan Agama Kristen juga dikatakan sebagai  penggerak, yaitu mobilisator yang mendorong dan menggerakan sistem organisasi Pendidikan Agama Kristen. Untuk melaksanakan fungsi-fungsi tersebut, seorang guru harus memiliki kemampuan intelektual dan kepribadian yang kuat. Kemampuan intelektual, misalnya; punya jiwa visioner, jiwa kreator, jiwa peneliti, jiwa rasional/cerdik dan jiwa untuk maju. Sedangkan kepribadian seperti; wibawa, luwes, adil dan bijaksana, arif dan jujur, sikap objektif dalam mengambil keputusan, toleransi dan tanggungjawab, komitmen, disiplin, dan lain-lain.
Guru Pendidikan Agama Kristen memegang peranan penting dalam perkembangan iman pelajar. Siswa tidak akan mampu sendiri untuk dapat mengenal kasih Kristus dalam kehidupannya jika guru tidak mengajarkannya. Guru haruslah dapat membawa siswa untuk mengalami perjumpaan dengan Kristus, mengasihi Allah dengan sungguh-sungguh dan hidup dalam ketaatan serta mampu mengaplikasikan imannya dalam kehidupan sehari-hari.








BAB III
PENUTUP

Kesimpulan
Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen akan semakin baik jika, Adminitrasi  Pendidikan Agama Kristen berjalan dan semakin membaik. Adanya Administrasi Pendidikan Agama Kristen tersebut adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan Pendidikan Agama Kristen yang digunakan untuk mencapai tujuan dari pembelajaran Pendidikan Agama Kristen tersebut. Guru Pendidikan Agama Kristen sebagai adminitrator dalam pembelajaran Pendidikan Agama Kristen ia harus dapat mengadministrasikan Pendidikan Agama Kristen itu dengan sebaik mungkin agar tercapainya tujuan Pendidikan Agama Kristen yaitu, membawa siswa untuk mengalami perjumpaan dengan Kristus, mengasihi Allh dengan sungguh-sungguh dan hidup dalam ketaatan serta mampu mengaplikasikan imannya dalam kehidupan sehari-hari.

Kritik dan Saran
Menyadari bahwa penulis masih jauh dari kata sempurna, kedepannya penulis akan lebih fokus dan detail dalam menjelaskan tentang makalah di atas dengan sumber – sumber yang lebih banyak yang tentunya dapat di pertanggung jawabkan.
Untuk itu kritik dan saran sangat diperlukan dalam menyempurnakan makalah ini. Saran bisa berisi kritik atau masukan terhadap penulisan juga bisa untuk menanggapi terhadap kesimpulan dari bahasan makalah yang telah di jelaskan.

                     
                                                           DAFTAR PUSTAKA

Suryana Edeng, Pendidikan Dalam Pembelajaran, Yogyakarta: CV Budi Utama, 2015.

Mahmud Hilal, Administrasi Pendidikan (Makasar: Penerbit Angkasa Timur, 2015.

Herabudin, Administrasi dan Supervisi Pendidikan, Bandung: Pustaka Setia, 2009.


Daryanto, Administrasi Pendidikan, Jakarta: PT Rineka Cipta, 2011.

Alma H. Buchari, Guru Profesional Menguasai Metode dan Terampil Mengajar, Bandung: Penerbit Alfabeta, 2016.







[1] Edeng Suryana, Pendidikan Dalam Pembelajaran (Yogyakarta: CV Budi Utama, 2015), 2.
[2] Ibid, 3.
[3] Ibid, 3.
[4] Ibid, 3.
[5] Ibid, 3.
[6] Hilal Mahmud, Administrasi Pendidikan (Makasar: Penerbit Angkasa Timur, 2015), 2.
[7] Herabudin, Administrasi dan Supervisi Pendidikan, (Bandung: Pustaka Setia, 2009), 59-60.
[9] Daryanto, Administrasi Pendidikan, (Jakarta: PT Rineka Cipta, 2011), 21-22.
[10] H. Buchari Alma, Guru Profesional Menguasai Metode dan Terampil Mengajar (Bandung: Penerbit Alfabeta, 2016), 1-2.