KATA PENGANTAR
Puji
syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang
Maha Esa atas kasih dan anugerah-Nya, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah
yang berjudul “Peranan Administrasi PAK Dalam Meningkatkan Pembelajaran PAK”
dengan baik tanpa ada halangan yang berarti. Makalah ini telah kami selesaikan
dengan maksimal berkat kerjasama dan bantuan dari berbagai pihak. Oleh karena
itu kami sampaikan banyak terima kasih kepada segenap pihak yang telah
berkontribusi secara maksimal dalam penyelesaian makalah ini.
Diluar itu, penulis sebagai manusia biasa menyadari sepenuhnya bahwa
masih banyak kekurangan dalam penulisan makalah ini, baik dari segi tata
bahasa, susunan kalimat maupun isi. Oleh sebab itu dengan segala kerendahan
hati, kami selaku penyusun menerima segala kritik dan saran yang membangun dari
pembaca.
Dengan karya ini kami berharap dapat membantu pemabaca menambah wawasan
secara luas dan menambah ilmu pengetahuan. Demikian yang bisa kami sampaikan,
semoga makalah ini dapat menambah ilmu pengetahuan dan memberikan manfaat nyata
untuk masyarakat luas.
Lampung,
September 2019
Penulis
DAFTAR ISI
KATA
PENGANTAR……………………………………………………………..........i
DAFTAR
ISI……………………………………………………………………...…….ii
BAB
I PENDAHULUAN……………………………………………………...……….1
A. Latar
Belakang Masalah……………………..…………………….…...……1
B. Rumusan
Masalah………………………...…………………………...……..1
C. Tujuan………………………….…………………………………………….2
D. Manfaat………………………….…………………………………………...2
BAB II PERANAN ADMINISTRASI PAK
DALAM MENINGKATKAN PEMBELAJARAN PAK…………………………….…………………………………………….………….3
A.
Arti
dari Administarsi Dalam
Profesi
Guru Pendidikan Agama Kristen…………..…………….……………………….…..……………..…..3
B.
Ruang
Lingkup Administrasi Pendidikan Agama Kristen……….………………….………………….……………………..…..6
C.
Fungsi
dan Peranan Administrasi Pendidikan dalam
Meningkatkan
pembelajaran Pendidikan Agama Kristen………………………………………….……………..….………….7
D.
Tujuan
adanya Administrasi Pendidikan Agama Kristen…………………………………………………………..………….12
E.
Peran
Guru Pendidikan Agama Kristen Sebagai
Administrator
dalam Meningkatkan Pembelajaran
Pendidikan
Agama Kristen…………………………………………….………………..………13
BAB III PENUTUP………
.......………………………..……………………………17
A. Kesimpulan…………………………………………………………………17
B. Saran
Dan Kritik…………………….……………………………………...17
DAFTAR PUSTAKA………..…………………………………………………………...iii
BAB
1
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang Masalah
Dalam dunia pendidikan, seorang guru memegang
peranan penting dalam keberhasilan para siswa, guru Pendidikan Agama Kristen
juga memiliki tugas dan tanggung jawab yang sama. Salah satu peran guru juga
adalah sebagai administrator, dalam mengelola administrasi di dalam dunia
pendidikan, namun dalam melakukan tugas ini perlu kematangan dalam mengatur
pola adminirstrasi, dan sesuai dengan pola yang lebih baik serta sesuai dengan
aturan yang berlaku. Administrasi pendidikan menurut Sutisna (1979:2-3),
administrasi pendidikan adalah keseluruhan (proses) yang membuat sumber-sumber
personil dan materiil sesuai yang tersedia dan efektif bagi tercapainya
tujuan-tujuan bersama. Administrasi mengandung beberapa pokok pengertian yaitu
administrasi sebagai proses kerja sama, aktivitas kerja sama dilakukan dua
orang atau lebih. Merupakan wadah kerja sama yang berupa lembaga atau
organisasi. Dan mempunyai tujuan tertentu yang ingin dicapai.
Seorang guru harus mengetahui keadaan siswanya,
bukan hanya fisiknya saja melainkan kerohanian dan juga kesiapan siswa tersebut
dalam menjalani pendidikan. Seorang guru harus mengetahui dan mengarsipkan
segala sesuatu yang berkaitan dengan perkembangan siswanya didalam pendidikan
sehingga guru tersebut dapat mengetahui apa yang dibutuhkan siswanya dalam
pembelajaran.
B.
Rumusan
Masalah
Adapun
rumusan masalah dalam makalah ini sebagai berikut:
1. Apa
arti dari administarsi dalam profesi guru Pendidikan Agama Kristen?
2. Apa
saja ruang lingkup dalam administrasi Pendidikan Agama Kristen?
3. Apa
saja fungsi dan peranan administrasi pendidikan dalam meningkatkan pembelajaran
Pendidikan Agama Kristen?
4. Apa
tujuan adanya administrasi Pendidikan Agama Kristen?
5. Apa
peran guru Pendidikan Agama Kristen sebagai administrator dalam meningkatkan
pembelajaran Pendidikan Agama Kristen?
C. Tujuan
1. Mengetahui
makna dari administrasi dalam profesi guru Pendidikan Agama Kristen.
2. Mengetahui
ruang lingkup administrasi Pendidikan Agama Krisen.
3. Mengetahui
fungsi dan peranan administasi Pendidikan Agama Krsiten dalam meningkatkan
pembelajaran Pendidikan Agama Kristen.
4. Mengetahui
tujuan administrasi Pendidikan Agama Kristen.
5. Mengetahui
peran guru dalam pelaksanaan administrasi Pendidikan Agama Kristen.
6. Sebagai
salah satu persyaratan dalam menempuh mata kuliah Administrasi Pendidikan Agama
Kristen.
D.
Manfaat
Manfaat dari penyusunan makalah ini
adalah, Agar dapat menjadi referensi tambahan untuk seorang pendidik, maupun
terdidik dalam pengembangan akan pengetahuan Admisitrasi Pendidikan Agama
Kristen.
BAB II
Peranan Administrasi PAK Dalam
Meningkatkan Pembelajaran PAK
A. Arti dari Administarsi Dalam
Profesi Guru Pendidikan Agama Kristen
a.
Pengertian Administarsi Pendidikan Secara Umum
Administrasi
berasal dari kata ad yang berarti
intensif dan ministrare berarti
melayani, membantu, atau mengerahkan yang kemudian diserap kedalam bahasa
Inggris administer berarti manage affairs dan administration yang berarti management
of public affairs (The Coincise Oxford Dictionary of Current English, 1958:
18). Dalam Kamus Inggris –Indonesia kata administer
berarti mengurus, mengelola, menjalankan, melaksanakan, melakukan.
Sedangkan administration berarti
administrasi, tatausaha, pemerinthan, pemberian, pengambilan. Dari pengertian
ini kata administrasi bermakna lebih
sempit karena terbatas pada aktivitas ketatausahaan yaitu aktivitas pencatatan
dan penyusunan keterangan yang diperoleh secara sistematis. Itulah sebabnya
administrasi sering dikaitkan dengan aktivitas sering dikaitkan dengan
aktivitas administrasi tata usaha yang
sebenarnya administrasi tata usaha hanyalah bagian dari kegiatan administrasi.
Beberapa ahli
juga menyampaikan pedapat mereka mengenai administrasi, berikut ini dikemukakan
pendapat para pakar tentang administrasi:
1.
Moh. Rifa’i (1984: 25) administrasi adalah
keseluruhan proses yang mempergunakan dan mengikut sertakan semua sumber
potensi yang tersedia dan yang sesuai, baik personal maupun materiil, dalam
usaha untuk mencapai bersama suatu tujuan, secara efektif dan efisien.[1]
2.
Oemar Hamalik (1985: 3) administrasi
adalah usaha bersama untuk mendayagunakan semua sumber (personal maupun
materiil) secara efektif dan efisien untuk mencapai suatu tujuan”.[2]
3.
Prajudi Atmosudirjo yang dikutip
Soekarno (1982: 9) menyatakan bahwa administrasi “adalah keseluruhan proses
perencanaan, proses pengaturan, proses penggerakan, proses pengawasan, atau
pengendalia sampai dengan proses
pencapaian tujuan. [3]
4.
Ibnu Syamsi (1983: 1) menyatakan
administrasi adalah segenap proses kerjasama sekelompok orang yang menggunakan
fasilitas guna memperlancar dan mengefisienkan penapaian tujuan organisasi yang
bersangkutan. [4]
5.
Oteng Sutisna (1989: 19) menyatakan
administrasi adalah keseluruhan proses dengan mana sumber-sumber manusia dan
materiil yang cocok dibuat tersedia dan efektif bagi pencapaian maksud-maksud
organisasi secara efisien. [5]
6.
Henry Fayol (1841-1929), pakar
manajemen Perancis, mengemukakan bahwa administrasi adalah fungsi dalam
organisasi niaga yang unsur-unsurnya adalah perencanaan, pengorganisasian,
pemberian perintah, pengorganisasian, pemberian perintah, pengkoordinasian, dan
pengawasan.[6]
7.
Jesse B. Sears (1950
Dalam Wikipedia
Esiklopedia Bebas: Administrasi pendidikan adalah sebuah proses kerja sama
untuk mencapai tujuan pendidikan dengan melihat hubungan antar komponen
pendidikan sehingga dapat memperbaiki sistem pendidikan dengan menggunakan
perangkat yang mendukung kegiatan pembelajaran.
b.
Pengertian Administarsi Pendidikan Agama
Kristen
Jika kita
melihat dari berbagai pandangan pengertian
administrasi pendidikan secara umum, maka pengertian arti
dari administarsi dalam profesi guru Pendidikan Agama Kristen dapat kita jabarkan dari berbagai
aspek, berikut penjelasannya.
Pertama, administrasi
pendidikan mempunyai pengertian kerjasama untuk mencapai tujuan pendidikan.
Seperti kita ketahui, tujuan pendidikan itu merentang dari tujuan yang
sederhana sampai dengan tujuan yang kompleks, tergantung lingkup dan tingkat
pengertian pendidikan yang dimaksud. Guru Pendidikan Agama
Kristen sebagai administrator harus melakukan kerjasama yang baik
dalam lingkungannya, baik dalam sekolah maupun masyarakat. Tujuan dari pada
kerjasama ini adalah agar dalam usaha pencapaian pendidikan itu dapat berjalan
dengan baik.
Kedua, administrasi
pendidikan mengandung pengertian proses untuk mencapai tujuan pendidikan.
Proses itu dimulai dari perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pemanduan,
dan penilaian. Perencanaan meliputi kegiatan apa yang akan dilakuakn dalam
pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran, bagaimana mencapainya, berapa
lama, dan berapa biaya yang diperlukan. Perncanaan ini dibuat sebelum tindakan
dilaksanakan. Guru Pendidikan Agama Kristen dalam mengayomi
tugasnya, ia harus bertanggung jawab dengan tugas dan tanggung jawabnya sebagai
seorang guru. Bukti dari rasa bertanggung jawab itu ia aplikasikan dengan
bagaimana ia melakukan perencaan pembelajaran yang ia akan bawakan. Ia dapat
melakukan pengorganisasian dalam pembelajaran, melakukan pengarahan, memandu
proses pembelajaran itu sampai kepada penilaian atau evaluasi dari pada
pembelajaran itu terhadap para siswa.
Ketiga, administrasi
pendidikan dapat dilihat dengan kerangka berpikir sistem. Sistem adalah
keseluruhan yang terdiri dari bagian-bagian dan bagian-bagian itu berinteraksi
dalam suatu proses untuk mengubah masukan menjadi keluaran.
Keempat, administrasi
pendidikan juga dapat dilihat dari segi manajemen. Jika administrasi dilihat dari
sudut ini, maka perhatian kita tertuju kepada usaha untuk melihat apakah
pemanfaatan sumber-sumber yang ada dalam mencapai tujuan pendidikan sudah
mencapai sasaran yang ditetapkan dan apakah dalam pencapaian tujuan itu tidak
terjadi pemborosan. Sumber yang dimaksud dapat berupa sumber manusia, uang,
sarana, dan prasarana maupun waktu. Seorang guru Pendidikan Agama
Kristen dalam hal ini dituntut untuk dapat sekreatif mungkin
dalam melakukan proses pembelajaran sehingga tidak terjadi pemborosan baik
tenaga, biaya, saran dan prasaran yang diguanakan dan juga waktu, akan tetapi
tujuan dari pembelajaran tersebut tercapai.
Kelima,
administrasi pendidikan juga dapat dilihat dari segi kepemimpinan.
Administrasi pendidikan dilihat dari kepemimpinan merupakan usaha untuk
menjawab pertanyaan bagaimana kemampuan administrator pendidikan itu, apakah ia dapat melaksanakan tut wuri
handayani, ing madyo mangun karso, dan ing ngarso sungtulodo dalam mencapai
tujuan pendidikan. Inilah yang sangat penting seorang guru Pendidikan Agama
Kristen agar dapat menjadi contoh dan teladan dalam mencapai tujuan
pembelajaran tersebut.
Keenam, administrasi
pendidikan juga dapat dilihat dari proses pengambilan keputusan. Kerjasama dan
memimpin kegiatan sekelompok orang
bukanlah pekerjaan yang mudah. Setiap kali, administrator dihadapkan kepada bermacam-macam
masalah, ia harus memcahkan masalah itu. Sebagai administrator guru Pendidikan
Agama Kristen juga dituntut agar dapat menjadi solusi dalam mencari jalan
keluar dalam suatu masalah. Oleh sebab itu guru Pendidikan Agama Kristen harus
memiliki wawasan yang luas dalam menghadapi masalah itu, dan ia harus bijak
dalam mengambil suatu keputusan.
Ketuju, administrasi
pendidikan juga dapat dilihat dari segi komuniksi dapat diartikan secara sederhana
sebagai usaha untuk membuat orang lain mengerti apa yang kita maksudkan dan
kita juga dapat mengerti apa yang orang lain maksudkan.
Kedelapan, administrasi
seringkali diartikan dalam pegertian yang sempit yaitu kegiatan ketatausahaan
yang intinya adlaah kegiatan rutin catan-mencatat, mendokumentsikan kegiatan,
menyelenggarakan surat-menyurat dengan segala aspeknya, serta mempersiapkan
laporan.
B.
Ruang
Lingkup Administrasi Pendidikan Agama Kristen
Ruang
lingkup administrasi Pendidikan Agama Kristen adalah hal yang dapat membantu
penyelenggaraan berbagai kegiatan pendidikan sehingga tujuan pendidikan dapat
tercapai dengan baik. Mengacu kepada pengertiaanya, berikut ini adalah ruang
lingkup admininistrasi Pendidikan Agama Kristen:
1. Bidang
Tata Usaha Sekolah
·
Organisasi dan struktur pegawai tata
usaha,
·
Organisasi dan anggaran belanja keuangan
sekolah, Masalah kepegawaian, Masalah perlengkapan dan perbekalan, Keuangan dan
pembukuan,
·
Korespondensi / surat–menyurat,
·
Laporan–laporan (bulanan, kuartalan, dan
tahunan), Masalah pemangkatan, pemindahan, penempatan, dan pemberhentian
pegawai,
·
Pengisian buku pokok, klapper, raport,
dan sebagainya.
2. Administrasi
Murid, meliputi:
·
Organisasi dan perkumpulan murid
·
Masalah kesehatan dan kesejahteraan
murid
·
Penilaian dan pengukuran kemajuan murid
·
Bimbingan dan penyuluhan bagi murid
3. Supervisi
pengajaran, meliputi:
·
Usaha membangkitkan semangat guru dan
pegawai
·
Usaha mengembangkan, mencari dan menggunakan
metode pengajaran yang baru
·
Usaha mengembangakan kerja sama antara
guru, murid,dan pegawai, mengusahakan cara-cara menilai hasil pendidikan,
·
Usaha mempertinggi mutu dan pengalaman siswa,
4. Pelaksanaan
dan Pembinaan Kurikulum, meliputi:
·
Mempedomani dan merealisasikan apa yang
tercantum dalam kurikulum sekolah yang bersangkutan menyusun dan
·
Melaksanakan organisasi kurikulum, Kurikulum
bukanlah sesuatu yang harus di ikuti begitu saja tanpa perubahan
C.
Fungsi
dan Peranan Administrasi Pendidikan dalam Meningkatkan pembelajaran Pendidikan
Agama Kristen
a.
Fungsi
administrasi Pendidikan
Fungsi
administrasi pendidikan haruslah dimulai dari tinjauan tentang tujuan
pendidikam, begitu juga Pendidikan Agama Krsiten. Hal ini disebabkan oleh
adanya prinsip bahwa pada dasarnya kegiatan administrasi pendidikan dimaksudkan
untuk pencapaian tujuan pendidikan itu. Tujuan itu dicapai dengan melalui
serangkaian usaha, mulai dari perencanaan, sampai waktu pelaksanaan evaluasi
terhadap usaha tersebut. Berikut fungsi
administrasi pendidikan.
1. Tujuan
pendidikan
Tujuan
pendidikan perlu untuk kita ketahui karena ada beberapa alasan sebagai berikut:
a), Tujuan pendidikan merupakan jabaran dari tujuan pendidikan nasional. Oleh
sebab itu, pemahaman tentang hubungan keduanya perlu dilakukan. b),Tujuan
pendidikan merupakan titik berangkat administrasi pendidikan pada jenjang
sekolah dan c), Tujuan pendidikan itu juga merupakan tolak ukur keberhasilan
kegiatan administrasi pendidikan di jenjang pendidikan itu.
2. Perencanaan
(Planing)
Yang
dimaksudkan dengan perencanaan dalam administrasi Pendidikan Agama Kristen
adalah bagaimana dan apa saja yang akan dilakukan guru Pendidikan Agama Kristen
dan bagaimana cara melakukan pembelajaran didalam kelas sehingga tujuan
pembelajaran PAK dapat tercapai. Perencanaan pembelajaran yang dibuat guru
sebelum melaksanakan proses pembelajaran, yang lebih kita kenal dengan istilah
RPP atau sekarang RPS. Dimana rencana pembelajaran ini menggambarkan prosedur
dan pengorganisasian pembelajaran untuk mencapai satu kompetensi dasar yang
ditetapkan dalam Standar Isi dan dijabarkan dalam silabus.
Seorang guru Pendidikan Agama Kristen dalam
melakukan proses pengembangan perencanaan pembelajaran harus melihat hal-hal
yang berkaitan dengan pembelajaran tersebut seperti, materi pelajaran, pengalaman
belajar, dan penilaian hasil belajar. Perangkat yang harus disiapkan dalam
perencanaan pembelajaran adalah: (a) memahami kurikulum; (b), menguasai bahan
ajar; (c) menyusun program pengajaran; (d) melaksanakan program pengajaran dan
(e) menilai program pengajaran dan hasil proses belajar mengajar yang telah
dilaksanakan.
3. Pengorganisasian
(Organizing)
Pengorganisasian
adalah kegiatan penyusunan dan
pembentukan hubungan kerja antar individu. Dengan begitu, kesatuan usaha dalam upaya
pencapaian maksud dan tujuan administrasi pendidikan dapat terwujud. Didalam kelas guru Pendidikan Agama Kristen dapat
melakukan pengorganisasian, pengorganisasian yang baik akan menjadi kondisi
kelas menjadi kindusif. Kondisi seperti ini akan menjadikan suasana kelas
menjadi menyenangkan, khususnya kegiatan belajar mengajar. Maka dari itu guru
Pendidikan Agama Kristen harus dapat mengatur dan mengelola pengorganisasian
dengan baik.
Pengorganisasian
pembelajaran adalah suatu konsep dimana organisasi mampu untuk terus menerus melakukan
proses pembelajaran mandiri, sehingga organisasi tersebut memiliki kecepatan
berpikir dan bertindak dalam merespon beragam perubahan yang muncul. Guru
Pendidikan Agama Kristen memiliki peran yang sangat penting dalam menentukan
kuantitas dan kualitas pengajaran yang dilaksanakannya. Oleh sebab itu, guru
harus memikirkan dan membuat perencanaan secara seksama dalam meningkatkan
kesempatan belajar bagi siswanya dan memperbaiki kualitas mengajarnya.
4. Koordinasi
(Coordinating)
Koordinasi
dalam Bahasa Inggris coordination, berasal dari bahasa Latin, yakni cum yang artinya
berbeda-beda dan ordinare yang berarti penyusunan atau penempatan sesuatu pada
seharusnya (Westra, 1983). Dalam kamus
besar bahasa Indonesia, koordinasi diartikan sebagai perihal mengatur suatu
organisasi atau kegiatan sehingga peraturan dan tindakan yg akan dilaksanakan
tidak saling bertentangan atau simpang siur.
Pada
hakikatnya koordinasi merupakan proses penyatupaduan kegiatan yang dilakukan guru
Pendidikan Agama Kristen dan siswa sehingga pembelajarn dapat berjalan
seimbang. Dengan begitu, tujuan
koordinasi bukan merupakan upaya sesaat, tetapi merupakan upaya yang
berkesinambungan dan berlangsung terus menerus untuk menciptakan dan
mengembangkan kerjasama serta mempertahankan keserasian dan keselasaran
tindakan, antara pegawai maupun unit lembaga sehingga sasaran-sasaran yang
telah di tetapkan dapat diwujudkan sesuai dengan rencana. Pengorganisasian
Pembelajaran adalah suatu konsep dimana guru dianggap mampu untuk terus menerus
melakukan proses pembelajaran mandiri (self learning) sehingga siswa tersebut
memiliki ‘kecepatan berpikir dan bertindak’ dalam merespon beragam perubahan
yang muncul.
5. Komunikasi
(Comunicating)
Komunikasi
merupakan hal yang sangat penting dalam pelaksanaan suatu program pendidikan.
Aktivitas komunikasi ini mencakup penyebaran dan penyampaian gagasan dan
maksud, baik secara tertulis maupun lisan. Guru Pendidikan Agama Kristen harus
dapat berkomunikasi dengan baik baik dan benar, baik dengan siswa, para guru,
dan juga masyarakat. Kegunaan komunikasi untuk seorang guru Pendidikan Agama
Kristen adalah dapat menjadi alat kendali, sebagai alat motivasi, sebagai
ungkapan emosional, dan sebagai alat komunikasi. Oleh karena itu Guru
Pendidikan Agama Kristen harus bisa berkomunikasi dengan baik sehingga dari
komunikasi yang baik akan menunjang pelajaran tersebut.
6. Pengawasan
(Supervision)
Guru
Pendidikan Agama Kristen dalam melaksanakan program pendidikan tntu harus
disertai dengan adanya pengwaan. Proses pengawasan harus dilakukan Guru
Pendidikan Agama Kristen agar tujuan dai Pendidikan Agama Kristen dapat
tercapai. Dalam UU Nomor 20 tahun 2003 menjelaskan bahwa pada dasarnya pendidikan merupakan tanggung jawab antara
keluarga, masyarakt dan pemerintah. Jadi penyelenggaraan pendidikan haruslah
bertolak dari prosesnya, maka akan berdampak pada output pendidikan yang
berkualitas.
Guru
Pendidikan Agama Kristen sebagai pemeran utama program pendidikan dan
pembelajaran karena guru merupakan personel sekolah yang berinteraksi langsung
dengan siswa dalam kegiatan mendidik dan mengajar. Guru Pendidikan Agama
Kristen -lah pelaksana terdepan Pendidikan Agama Kristen siswa di sekolah oleh
sebab itu berhasil tidaknya upaya peningkatan kualitas Pendidikan Agama Kristen
banyak ditentukan oleh kemampuan guru PAK dalam mengemban tugas pokoknya
sebagai pengelola kegiatan pembelajaran Pendidikan Agma Kristen di sekolah.
7. Kepegawaian
(Staffing)
Fungsi
kepegawaian sudah berjalan mulai dari proses perencanaan dan pengorganisasian.
Dalam hal ini, guru Pendidikan Agama Kristen sebagai administrasi Pendidikan
Agama Kristen mengupayakan agar yang dipilih untuk menduduki jabatan tertentu
adalah orang-orang yang punya kemampuan dan kapabilitas sesuai dengan jabatan
yang diberikan. Adapun peran guru Pendidikan Agama Kristen dalam administrasi
kepegawaian yaitu:
a. Membuat
buku induk siswa
b. Membuat
inveentarisasi semua file siswa
c. Membuat
laporan rutin kepegwaian harian, mingguan, bulanan, dan tahunan
d. Mencatatan
presentasi kehadiran siswa
8. Penganggaran
(Budgeting)
Budgeting
adalah anggaran biaya yang direncanakan dan direalisasikan untuk pencapaian
tujuan administrasi pendidikan. Jadi seorang guru PAK harus dapat membuat rencana dan
merealisasikan pencapaian tujuan administrasi pendidikan.
9. Evaluasi
Fungsi
utama evaluasi adalah menelaah suatu objek atau keadaan untuk mendapaykan
informasi yang tepat sebagai dasar untuk mengambil keputusan. Sehingga dapat
disimpulkan bahwa evaluasi adalah proses mendeskripsikan, mengumpulkan dan
meyajikan suati informasi yang bermanfaat utnuk pertimbangan dalam pengambilan
keputusan.
Evaluasi
pembelajaran adalah proses mengumpulkan, menganalisis dan menginterprestasi
informasi secara sistematik untuk menetapkan sejauh mana ketercapaian tujuan
pembelajaran telah ditetapkan.
b.
Peran
Administrasi dalam Pendidikan Agama Kristen
Administrasi
Pendidikan Agama Kristen meliputi kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan
pengelolaan Pendidikan Agama Kristen di satu sekolah.
Dalam
administrasi Pendidikan Agama Kristen terkandung unsur-unsur, yaitu: tujuan
yang akan dicapai, adanya proses kegiatan bersama, adanya pemanfaatan sumber
daya, adanya kegiatan perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, pengawasan
terhadap sumber daya yang ada. Administrasi Pendidikan Agama Kristen merupakan
suatu sumber utama manajemen dalam mengatur proses belajar mengajar dengan
tertib sehingga tercapainya suatu tujuan terpenting pada Pendidikan Agama
Kristen.
Jadi,
administrasi Pendidikan Agama Kristen sangat mempunyai peran yang vital dalam
pengembangan dan kemajuan dalam dunia pendidikan sehingga arah untuk
merealisasikan suatu prestasi sangatlah mudah tercapai.
D.
Tujuan
adanya Administrasi Pendidikan Agama Kristen
Apabila
administrasi pendidikan berprinsip pada prinsip efisien, prisip kontiunitas,
prisip fleksibilitas, prinsip pendidikan seumur hidup, dan prinsip kerja sama,
tujuan administrasi pendidikanpun diarahkan pada semua hal tersebut. [7]
Kalau
kita perhatikan rumusan administrasi pendidikan, sesungguhnya dapat dibayangkan
mengenai apa yang menjadi tujuan administrasi itu. Pada umumnya tujuan
administrasi pendidikan adalah agar semua kegiatan mendukung tercapainya tujuan
pendidikan atau dengan kata lain administrasi yang digunakan dalam dunia
pendidikan diusahakan untuk mencpai tujuan pendidikan. Oleh karena itu, semakin
baik administrasi Pendidikan Agama Kristen ini, semakin yakin pula bahwa tujuan
pendidikan itu akan tercapai dengan baik.
Sergiovanni
dan Carver (1975) menyebutkan empat tujuan administrasi yaitu:
·
Efektivitas produksi
·
Efisiensi,
·
Kemampuan menyesuaikan diri
·
Kepuasan kerja
Keempat
tersebut dapat digunakan sebagai kriteria untuk menentukan keberhasilan dalam
penyelenggaraan sekolah.[8]
Untuk
mencapai tujuan tersebut harus ada uasaha seefesien mungkin, yaitu dengan
menggunakan kemampuan dana, tenaga, sehingga memberi hasil sebaik mungkin.
Administrasi pendidikan di sekolah bertujuan untuk menciptakan situasi yang
memungkinkan anak mempunyai pengetahuan yang kuat untuk melajutkan pelajaran,
mempunyai suatu kecakapan dan keterampilan khusus untuk dapat hidup sendiri dan
masyarakat, serta mempunyai sikap hidup sebagai manusia pancasila dengan
pengabdian untuk pembangunan masyarakat Pancasila Indonesia. [9]
Dengan
demikian kita dapat menarik suatu kesimpulan bahwa, tujuan adanya administrasi
Pendidikan Agama Kristen tersebut adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan
Pendidikan Agama Kristen yang digunakan untuk mencapai tujuan dari pembelajaran
Pendidikan Agama Kristen tersebut.
E.
Peran
Guru Pendidikan Agama Kristen Sebagai Administrator dalam Meningkatkan
Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen
Segala
pelaksanaan dalam kaitannya proses belajar mengajar Pendidikan Agama Kristen
perlu di administrasikan secara baik. Sebab adminitrasi yang seperti membuat
rencana mengajar, mencatatat hasil belajar dan sebagainya merupakan dokumen
yang berharga bahwa ia telah melaksanakan tugasnya dengan.
Ada
dua faktor yang mempengaruhi keberhasilan pendidikan yang berkualitas. Pertama,strategi pendidikan, mencangkup peyediaan
buku-buku materi ajar, dan alat belajar
lainnya, peneyediaan sarana prasarana pendidikan, pelatihan guru dan tenaga
kependidikan lainnya, dan pengelolaan pendidikan. Kedua, pengelolaan pendidikan, yang selama ini tergantung pada
kebijakan pemerintah.
Ada
beberapa paradigma untuk mendasari pendidikan yang berkualitas yaitu,
pembahasan kurikulum, pembaruan dalam proses pembelajaran, pembenahan manajemen
pendidikan nasional, pembenahan pengelolaan guru dan mencari serta
mengembangkan berbagai sumber alternatif pembiayaan pendidikan. Untuk
menciptakan pendidikan yang berkualitas maka sekolah harus dinamis dan kreatif
dalam melaksanakan perannya untuk mengupayakan peningkatan mutu pendidikan.
Oleh
karena itu guru Pendidikan Agama Kristen diharapkan dapat mampu bersaing dengan
perkembangan yang ada di era zaman sekarang ini. seorang guru Pendidikan Agama
Kristen harus melakukan usaha mencoba memdukan landaasan toritis (nilai
keilmuwan) dengan latihan penerapan secara praktis (nilai seni), misalnya
dengan diintroduksikannya konsep Pendidikan Guru Berdasarkan Kompetensi atau Competency Based Teachers Education (CBTE) pada
LPTK yang meliputi:
1.
Kemampuan menguasai bahan
2.
Kemampuan mengelola program belajar
mengajar
3.
Kemampuan mengelola kelas
4.
Kemampuan menggunakan media-media
5.
Kemampuan menguasai landasan-landasan
kependidikan
6.
Kemampuan mengelola interaksi belajar
mengajar
7.
Kemampuan menilai prestasi siswa
8.
Kemampuan mengenal fungsi dan program
pelayanan bimbingan penyuluhan
9.
Kemampuan mengenal dan menyelenggarakan
administrasi sekolah
10. Kemampuan
memahami prinsip-prinsip dan mentafsirkan hasil-hasil penelitian guna keperluan
pengajaran
Implikasi
dari konsep CBTE tersebut adi atas, ialah adanya usaha untuk meningkatkan
keterampilan mengajar (teaching skills) sebagai salah satu ciri dari perbuatan
profesional. [10]
Kinerja
dan kompetensi guru memikul tanggung jawab utama dalam transformasi orientasi
siswa dari ketidaktahuan menjadi tahu, dari ketergantungan menjadai mandiri,
dari tidak terampil menjadi terampil, dengan metode-metode pembelajaran bukan
lagi mempersiapkan peserta didik yang pasif, melainkan peserta didik
berpengetahuan yang senantiasa mampu menyerap dan menyesuaikan diri dengan
informasi baru dengan berpikir, bertanya menggali dan mencipta dan
mengembangkan cara-cara tertentu dalam memecahkan masalah yang berkaitan dengan
kehidupannya.
Oleh
karena itu guru Pendidikan Agama Kristen, merupakan ujung tombak dalam upaya
peningkatan kualitas layanan dan hasil Pendidikan Kristen. Singkatnya Guru
Pendidikan Agama Kristen merupakan kunci utama dalam upaya peningkatan kualitas
pendidikan.
Dalam
Meningkatkan Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen, maka ada beberapa hal yang
dapat dilakukan guru PAK Guru Pendidikan Agama Kristen, yaitu: Guru sebagai
pelatih pembelajaran akan mendorong siswa untuk berinteraksi dengan pengetahuan
untuk memahami, mengkritisi, memanipulasi, mendesain, membuat dan mengubahnya. Guru
perlu memperkuat keingintahuan intelektual siswa, keterampilan mengidentifikasi
dan memecahkan masalah, dan kemampuan mereka untuk membangun pengetahuan baru
dengan orang lain.
Bukan
hanya itu saja guru Pendidikan Agama Kristen sebagai administrator yang
berperan dalam meningkatkan Pendidikan Agama Kristen maka ada beberapa hal yang
harus diketahui guru Pendidikan Agama Kristen
Menjadi
seorang perancang, mennjadi seorang perancang yaitu bahwa ia menyususn kegiatan
akademik (kurikulum dan pembelajarn), menyususn kegiatan kesiswaan, menyususn
sarana prasarana dan mengestimasi sumber-sumber pembiaayaan operasional sekolah
serta menjalin hubungan dengan masyarakat.
Guru
Pendidikan Agama Kristen juga dikatakan sebagai
penggerak, yaitu mobilisator yang mendorong dan menggerakan sistem
organisasi Pendidikan Agama Kristen. Untuk melaksanakan fungsi-fungsi tersebut,
seorang guru harus memiliki kemampuan intelektual dan kepribadian yang kuat.
Kemampuan intelektual, misalnya; punya jiwa visioner, jiwa kreator, jiwa
peneliti, jiwa rasional/cerdik dan jiwa untuk maju. Sedangkan kepribadian
seperti; wibawa, luwes, adil dan bijaksana, arif dan jujur, sikap objektif
dalam mengambil keputusan, toleransi dan tanggungjawab, komitmen, disiplin, dan
lain-lain.
Guru
Pendidikan Agama Kristen memegang peranan penting dalam perkembangan iman
pelajar. Siswa tidak akan mampu sendiri untuk dapat mengenal kasih Kristus
dalam kehidupannya jika guru tidak mengajarkannya. Guru haruslah dapat membawa
siswa untuk mengalami perjumpaan dengan Kristus, mengasihi Allah dengan
sungguh-sungguh dan hidup dalam ketaatan serta mampu mengaplikasikan imannya
dalam kehidupan sehari-hari.
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Pembelajaran
Pendidikan Agama Kristen akan semakin baik jika, Adminitrasi Pendidikan Agama Kristen berjalan dan semakin
membaik. Adanya Administrasi Pendidikan Agama Kristen
tersebut adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan Pendidikan Agama Kristen
yang digunakan untuk mencapai tujuan dari pembelajaran Pendidikan Agama Kristen
tersebut. Guru Pendidikan Agama Kristen sebagai adminitrator dalam pembelajaran
Pendidikan Agama Kristen ia harus dapat mengadministrasikan Pendidikan Agama
Kristen itu dengan sebaik mungkin agar tercapainya tujuan Pendidikan Agama
Kristen yaitu, membawa siswa untuk mengalami perjumpaan dengan Kristus,
mengasihi Allh dengan sungguh-sungguh dan hidup dalam ketaatan serta mampu
mengaplikasikan imannya dalam kehidupan sehari-hari.
Kritik dan Saran
Menyadari
bahwa penulis masih jauh dari kata sempurna, kedepannya penulis akan lebih
fokus dan detail dalam menjelaskan tentang makalah di atas dengan sumber –
sumber yang lebih banyak yang tentunya dapat di pertanggung jawabkan.
Untuk
itu kritik dan saran sangat diperlukan dalam menyempurnakan makalah ini. Saran
bisa berisi kritik atau masukan terhadap penulisan juga bisa untuk menanggapi
terhadap kesimpulan dari bahasan makalah yang telah di jelaskan.
Suryana
Edeng, Pendidikan Dalam Pembelajaran, Yogyakarta:
CV Budi Utama, 2015.
Mahmud Hilal, Administrasi Pendidikan (Makasar:
Penerbit Angkasa Timur, 2015.
Herabudin, Administrasi dan Supervisi Pendidikan, Bandung: Pustaka Setia,
2009.
https://www.academia.edu/10179300/Fungsi_Tujuan_dan_Ruang_Lingkup_Administrasi_Pendidikan ; Diunduh
Tanggal 04 September 2019 Pukul 20:35 wib
Daryanto, Administrasi Pendidikan, Jakarta: PT Rineka Cipta, 2011.
Alma H. Buchari, Guru Profesional Menguasai Metode dan Terampil Mengajar, Bandung:
Penerbit Alfabeta, 2016.
[7] Herabudin, Administrasi dan Supervisi Pendidikan, (Bandung: Pustaka Setia,
2009), 59-60.
[8]https://www.academia.edu/10179300/Fungsi_Tujuan_dan_Ruang_Lingkup_Administrasi_Pendidikan ; Diunduh Tanggal 04 September 2019
Pukul 20:35 wib
[9] Daryanto, Administrasi Pendidikan, (Jakarta: PT Rineka Cipta, 2011), 21-22.
[10] H. Buchari Alma, Guru Profesional Menguasai Metode dan
Terampil Mengajar (Bandung: Penerbit Alfabeta, 2016), 1-2.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar